International Batik Center (IBC)

Dengan dikenalnya Pekalongan sebagai pusat kerajinan Batik, maka International Batik Center (IBC) akan memfasilitasi serta memberikan kemudahan bagi para pengrajin Batik Nusantara untuk mendapatkan kesempatan yang sama dalam memasarkan serta memperkenalkan masing-masing produknya kepada pelanggan dalam suatu area perdagangan terpadu.

IBC dibangun di jalur pantura Wiradesa, tepatnya di Jl. Ahmad Yani kabupaten Pekalongan, sebelah selatan jalur pantura, posisinya sangat pas untuk jalur arah ke barat. International Batik Center menyediakan 700 unit usaha (kios) baik AC maupun non AC dengan berbagai ukuran yang didukung oleh fasilitas penunjang seperti museum batik, kursus membatik, sarana ibadah, area wisata kuliner dan area bermain anak, serta ditunjang oleh area parkir yang luas.

IBC menampung kegiatan transaksi perdagangan dan pemasaran Batik dalam partai kecil, menengah maupun besar, skala lokal, skala regional dan skala International. Berlokasi di jalur utama Pantura yang merupakan jalur perdagangan di pulau Jawa. Dengan adanya IBC sebagai Pusat Perdagangan Batik yang bersifat Nasional serta Internasional, maka disediakan juga jasa expedisi atau pengiriman barang.

Beberapa fasilitas utama IBC antara lain adalah :

  • 3 lokasi toilet
  • Tempat parkir yang mampu menampung 30 bus, 300 mobil, dan 700 sepeda motor
  • Car call dan sound system untuk informasi
  • ATM center
  • Cafe dan restaurant keluarga
  • Area bermain anak
  • Pusat jajanan dan oleh-oleh
  • Sistem pemadam kebakaran dan fire alarm
  • Sistem keamanan 24 jam
  • Musholla

Semenjak batik ditetapkan sebagai warisan budaya asli Indonesia pada tahun 2009 yang lalu, pertumbuhan bisnis batik meningkat dengan tajam. Baik dari kombinasi motif dan warnanya, maupun permintaan batik untuk seragam ataupun koleksi pribadi. Apalagi didukung dari sebagian instansi maupun perkantoran yang mewajibkan karyawannya untuk menggunakan seragam batik pada hari tertentu.

Roda perekonomian bisnis batik di pusat grosir batik Setono Pekalongan ikut bergairah. Ini ditandai dengan terus dikembangkannya lahan pertokoan di Pasar Grosir Setono tersebut.

Dengan lokasinya yang strategis di jalur Pantura, sangat memudahkan para pengunjung maupun orang yang tidak sengaja lewat untuk mampir di pasar grosir batik ini. Hingga akhirnya pemerintah kota Pekalongan menjadikan pasar grosir batik Setono sebagai salah satu ikon wisata kota Pekalongan. Total omzet hariannya juga terus bertambah, apalagi jika ada hari libur pengunjung semakin padat.

Disadari atau tidak yang namanya bisnis tentu ada pasang surutnya, dan ini juga terjadi kepada para pengusaha batik yang mempunyai kios di pasar grosir Setono. Namun demikian, oleh karena industri batik adalah penopang terbesar penghasilan seluruh warga kota Pekalongan, maka para pengusaha batik Pekalongan akan terus berjuang untuk mempertahankan eksistensi bisnis batiknya. Pengusaha batik yang mempunyai kios di pasar grosir Setono tidak hanya warga yang berasal dari kota Pekalongan saja, namun ada juga yang berasal dari kabupaten Pekalongan. Bahkan banyak pengusaha batik dari kabupaten Pekalongan yang tidak berkesempatan untuk memiliki kios di pasar grosir Setono. Hal inilah yang memacu pemda kabupaten Pekalongan untuk membuat sentra batik baru di wilayah kabupaten Pekalongan.

Setelah melalui berbagai pertimbangan yang ada termasuk titik strategis, akhirnya dibuatlah sentra batik baru di Wiradesa dengan nama International Batik Center (IBC). Sebuah upaya yang patut diacungi jempol kepada pemda kabupaten Pekalongan untuk meningkatkan pendapatan daerah dan menggairahkan roda perekonomian warganya.

  • http://www.cintapekalongan.com/international-batik- center-craft- ibc-pekalongan/
  • http://www.internationalbatik.com/about.htm